Materi SURVIVAL
Survival berasal dari kata survive yang berarti usaha untuk
bertahan hidup. Orang yang melakukan tindakan survival di sebut survivor.
Dalam tindakan survival terdapat sumber
bahaya yang dibedakan menjadi dua, diantaranya:
Subyektif danger yaitu sumber bahaya yang
dating dari tubuh kita sendiri (berhubungan dengan kesiapan mental dan kondisi
fisik).
Obyektif danger adalah sumber bahaya yang
dating dari lingkungan sekitar seperti hujan, badai, salju, hewan buas dan
lain-lain.
Sebagai penggiat kegiatan alam bebas kita
juga harusa paham arti tiap huruf dari kata survival.
S : Size up the situation (pahamilah
situasinya).
U : Undure neste makes weste (tindakan
tergesa-gesa hanya menghasilkan kesia-siaan).
R : Remember where you are (ingatlah kamu
berada, pahamilah lingkungan
sekitar).
V : Vanguish fear and panic (kuasailah
rasa takut dan panic).
I : Improvice (improvisasi keadaan).
V : Value living (hargailah hidup).
A : Act like the natives (belajarlah dari
penduduk sekitar).
L : Learn basic and skills (belajar dan
berlatihlah teknik dasar).
Aspek-aspek yang sering dihadapi.
Secara umum aspek yang perlu dihadapi
dalam kondisi survival dapat dibedakan menjadi tiga golongan, yaitu :
Aspek psikologi atau mental, seperti: rasa
cemas, rasa takut dan panic.
Aspek psiologis atau kondisi fisik,
seperti: sakit, lapar dan haus.
Aspek lingkungan, seperti: panas, dingin,
hujan, kering dan lain-lain.
Tindakan menghadapi survival
Dalam pelaksanaan survival dibedakan
menjadi dua macam, yaitu:
Survival statis
Dimana survivor dalam tindakan survival
menetap pada suatu tempat dan menunggu bantuan dari pihak lain. Apabila anda
melakukan tindakan survival statis usahakan menetap pada daerah yang aman, dan
memiliki sumber makanan serta air yang cukup, seperti sungai, mata air, gua.
Buatlah tanda-tanda kehidupan untuk memudahkan team evakuasi. Keuntungan dalam
melakukan tindakan ini survivor dapat menghemat energy , sedangkan kerugiannya
survivor terlalu pasif dengan hanya menunggu team evakuasi, kadang kondisi
mental dan fisik pun semakin melemah apa lagi tanpa pengetahuan yang memadai
justru akan berakibat fatal.
Survival dinamis
Dalam tindakan ini sang survivor berpindah-pindah
lokasi dalam melakukan survival. Keuntunganya adalah lebih cepat keluar dari
kondisi survival, kerugianya survivor tanpa pengetahuan dan penguasaan medan
yang memadai justru hanya akan membuang-buang energy dengan sia-sia.
Seorang survivor dituntut untuk dapat
mengambil keputusan dalam pelaksanaan survival.
Ada lima tindakan kebutuhan yang harus diusahakan
oleh survivor, diantaranya
Mendirikan bivak
Bivak adalah tempat berlindung di alam
untuk menghindari diri dari bahaya dilingkungan sekitar seperti panas, dingin,
hujan dan hewan buas.
Bivak dapat dikategorikan menjadi dua
macam menurut bahan yang digunakan.
Bivak alam.
Bivak buatan.
Sedangkan menurut bentuknya biasanya
dibedakan menjadi dua macam
Bivak “setengah A”
Bivak “A” penuh
Syarat-syarat mendirikan bivak :
Kondisi medan, pahamilah kondisi sekitar.
Pilihlah tempat yang memiliki kemungkinan terkacil terjadinya bahaya serta
cukup akan kebutuhan makan dan minum.
Fasilitas yang mendukung dari alam,
seperti: pohon, gua, daun-daun dan lubang.
Bahan bahan yang kita bawa, seperti: ponco,
plastic, tali, matras dan lin-lain.
Hal-hal yang harus diingat dalam membuat
bivak
Pilih lokasi yang baik.
Kokoh/kuat.
Aman dan nyaman.
Tidak bocor.
Cukup memberikan perlindungan.
Tidak terlalu merusak alam.
Makanan
Sumber makana bisa berasal dari hewan
ataupun tumbuhan yang ada di lingkungan sekitar, untuk menentukan jenis
tumbuhan yang dapat kita konsumsi memerlukan pengetahuan tentang botani dan
zologi praktis.
Air
Tekhnik pencarian air
Air merupakan kebutuhan yang sangat
mendasar dalam setiap aspek kehidupan. Berikut ini beberapa teknik untuk
mendapatkan air.
Dengan penguapan
Bahan yang diperlukan adalah plastic,
nesting, batu dan daun-daunan.
Gali tanah di tempat terbuka dengan
kedalaman ± 50 cm dan lebar disesuaikan dengan plastic, kemudian lubang yang
sudah terdapat nesting didalamnya tutuplah dengan plastic, berilah batu di
tengah-tengah tepat di atas nesting .
Untuk mendapatkan hasil yang lebih
maksimal bisa ditambahkan dengan daun-daunan.
Dengan resapan pada tebing yang terdapat
resapan air.
Biasanya tebing tersebut ditumbuhi banyak
lumut. Ikatkan/tempelkan benang pada tebing yang berair kemudian ujung benang
yang satunya masukan kedalam tempat air agar air tersebut mengalir kedalam
tempat air.
Tekhink penjernihan air
Peralatan pendukung : slayer/bandana,
kayu, arang, batukrikil, rumput kering, tempat air.
Gambar cara penjernihan air.
Api
Api selain sebagai penghangat juga mampu
digunakan sebagai tanda-tanda kehidupan/kode sos, memasak, mengembalikan
kondisi mental, penghalau hewan liar dan penerangan.
Tekhnik membuat api mengunakan bahan-bahan
dari kayu/bamboo dan rumput kering. **Lihat
gambar
Belahlah kayu/bamboo menjadi dua sama
besar.
Buatlah cekungan memanjang tempat meletakan
rumput kering kalau bamboo tidak perlu lagi membuat cekungan.
Agar udara dapat masuk dan membantu
pembakaran maka buat lah tiga celah di kedua sisi, dengan tengah labih besar
sebagai tempat tejadinya gesekan.
Masukan rumput yang sudah keringkemudian
tangkupkan.
Tancapkan kayu/bilah bamboo kemudian
gesekan naik turun.
Peralatan pendukung kegiatan survival
Alat bantu kemampuan survival: pisau saku,
golok tebas, ponco, tempat air, korek api, benang dan lain-lain.
Alat bantu untuk membuat tanda (SOS):
peluit, cermin, api, lipstick.
Botani dan zologi praktis
Dapat diartikan juga tekhnik untuk
mengetahui jenis tumbuhan atau jenis hewan yang dapat kita manfaatkan baik
sebagai bahan makanan atau pun obat-obatan.
Botani praktis
Adalah pemanfaatan tumbuh-tumbuhan sebagai
bahan makanan atau pun obat-obatan.
Pada umumnya terdapat tiga macam tumbuhan,
yaitu
Tumbuhan yang dapat kita konsumsi sebagai
bahan makanan.
Selain tumbuhan yang kita kenal kita juga
dapat mengetahui tumbuhan yang dapat kita makan apabila tumbuhan tersebut dimakan
juga oleh mamalia, semut, burung.
Contoh tumbuhan yang dapat kita konsumsi:
Jenis umbi-umbian.
Bagian pangkal batang pohon pisang.
Buah arbey hutan
Buah lipah
Bunga turi
Bunga pisang
Daun pakis muda
Tumbuhan yang dapat kita manfaatkan
sebagai obat-obatan.
Contoh tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai
obat:
Getah pohon kamboja sebagai penghilang
bengkak.
Air rebusan brotowali sebagai pencuci luka.
Air rebusan batang randu sebagai pencuci
luka.
Air kelapa muda sebagai penawar racun.
Batang bagian dalam dari pohon pisang
sebagai penawar bisa ringan.
Tumbuhan yang tidak dapat kita
konsumsi/beracun.
Tumbuh-tumbuhan yang beracun biasanya
memiliki cirri umum seperti:
Berbau kurang sedap.
Tumbuhan yang berbulu.
Tumbuhan yang mengandung getah putih
kental.
Tumbuhan berwarna mencolok/ungu.
Tumbuhan yang tidak dimakan oleh mamalia.
Contoh tumbuhan yang beracun:
Getah pohon paku mengakibatkan kebutaan.
Getah pohon ingas merusak jaringan tubuh
Getah jambu monyet penyebab gatas dan
iritasi kulit.
Kecubung, daun bunga terompet penyebab
keracunan.
Daun pulus mengakibabkab gatal dan panas.
Sicantik beracun.
Terdapat langkah-langkah yang perlu
diambil apabila ingin mengonsumsi tumbuhan beracun:
Tumbuhan sudah dikenal
Merebus berulang-ulang
Dikeringkan
Jangan memakan satu jenis tumbuhan.
Proses tes pada tumbuhan yang belum kita
kenal (edibility test).
Mengoleskan pada punggung tangan tunggu
reaksinya sekitar 10 menit.
Oleskan pada bibir kurang lebih 15 menit,
bila tidak terasa panas, perih atau pahit maka dilakukan tahap selanjutnya.
Rebus berulang ulang sebelum kita
konsumsi.
Zologi praktis
Adalah pemanfaatan hewan sebagai bahan
makanan. Semua jenis hewan dapat kita jadikan sebagai makanan, kesulitan utama adalah
bagaimana cara kita menagkapnya. Kita harus menguasai kemampuan habitatanya dan
pola hidupnya. Yang diperlukan adalah keberanian untuk menangkap hewan
tersebut. Pada umumnya hewan yang sering kita jumpai adalah ular, monyat,
tikus, tupai, ayam hutan, babi hutan, jenis burung dan lain-lain.
Cara-cara menagkap hewan beracun (missal
ular):
Bunuh hewan tersebut.
Potonglah ular dari bagian kepala ± 15 cm.
Potonglah dari bagian ekor ± 15 cm.
Di Indonesia diperkirakan terdapat sekitar
400 jenis ular berbisa dan 110 jenis tidak berbisa.
Ular pada umumnya aktif dimalam hari
Contoh ular yang gigitanya mematikan di
Indonesia
Ular kobra.
Ular pucuk ekor merah atau sering juga di
sebut ular gadung ekor merah dan bangkai laut.
Ular welang.
Ular king kobra.
Ular pit viper.
Berdasarkan tipe gigi ular dapat dibedakan
menjadi 4 golongan
Aglipa.
Ular yang tidak memepunyai taring bisa,
contoh: ular pucuk ekor silfer, ular kadut dan lain-lain.
Ophisloglipa.
Ular yang memepunyai gigi bisa di
belakang, contoh: ular boiga dendophilia (cincin emas/taliwangsa), ular boiga
synodron (sanca luwuk/ular bajing).
Peteroglipa.
Ular yang mempunyai gig bisa di depan,
contoh: ular kobra, ular king kobra, ular welang.
Selonoglipa.
Mempunyai gigi bisa di depan dan bisa di
lipat, contoh: ular viper, ular derik
Jenis-jenis bisa ular:
Neorotoksin jenis bisa yang menyerang
syaraf, gejalanya si korban akan mengalami sesak nafas dan pandangan mata
kabur.
Hemotoksin jenis bisa yang menyerang
darah. Sehingga darah korban mengalami pembekuan.
Kordiatoksin, jenis bisa yang menyerang
kromosom tulang sehingga terjadi pembusukan tulang.
Mikrotoksin, mikroba/bakteri yang masuk
kedalam tubuh bersamaan dengan gigitan hewan tersebut.
Mater i Sar/WATER RESCUE
Di Indonesia bencana seperti banjir sering
sekali terjadi. Oleh karena itu sebagai salah satu potensi SAR di Indonesia
harus bisa menanggulanginya. Untuk bisa meminimalisir korban kita harus
mempunyai materidan pengetahuan tentang SAR. Salah satu dari banyak materi
tentang SAR yang harus dipelajari adalah WATER RESCUE. Dengan semakin banyaknya
potensi-potensi SAR yang berkompeten maka kita dapat meminimalisir korban
sesedikit mungkin.
Water Rescue merupakan salah satu teknik pertolongan yang
dilakukan di air. Atau suatu tindakan penyelamatan secara efektif dan
efisien, jika manusia dan segala sesuatu yang berharga berada dalam keadaan
yang mengkhawatirkan di air.
Banjir
Banjir adalah bencana alam yang
diakibatkan meluapnya aliran sungai disebabkan curah hujan yang tinggi sehingga
volume air yang masuk ke dalam sungai tidak dapat tertampung dan merendam
lngkungan sekitarnya.
Banjir Bandang
Banjir bandang adalah bencana banjir yang
disertai dengan ikutnya material-material seperti batu, tanah, kayu-kayu besar
dan bongkahan-bongkahan benda lainnya.
Langkah-langkah dasar Water Rescue :
Perhitungan dan pertimbangan
Kemampuan penolong untuk memilih dan
menentukan kemampuan dan keterampilan yang dimiliki, serta metode yang
harus dilakukan. Penolong akan lebih mudah memilih prosedur pertolongna yang
paling cepat dengan resiko yang sangat kecil.
Pengetahuan
Banyk bahaya-bahaya di air, pengetahuan
ini sangat perlu karena dapat diterapkan setiap langkah usaha pertolongan.
Keahlian seorang petugas
Di air harus mempunyai keahlian pada semua
aspek pertolongan.
Kesiapan Fisik
Sebagai seorang penyelamatkejadian di air
semua pengetahuan, keterampilan dan kemampuan lain yang dipunyai, maka tinggal
pertanyaan mampukah melakukan dengan keadaan sesungguhnya dimana jiwa
seseorang dalam bahaya. Keempat komponen di atas harus dimiliki oleh seorang
rescuer yang selalu siap dalam memberikan pertolongan guna menyelamatkan jiwa.
Perlengkapan dalam Water Rescue :
Perahu : perahu dalam pemgarungan haruslah
aman dari benturan dan abrasi serta mudah dikendalikan.
Pompa : berfungsi untuk memasukkan udara
ke dalam perahu. Pompa dibagi dalam pompa kaki dan pompa tangan.
Repair Kit : terdiri dari lem, benang, nylon, jarum
jahit, dan bahan penambal.
Rescue rope : berfungsi untuk menolong anggota tim yang
terjatuh ke sungai dan dapat berguna juga dalam linning dan scouting. Tali
terbuat dari bahan nylon dengan warna mencolok agar dapat terlihat oleh korban,
mempunyai daya apung yang tinggi.
Dry bag : kantong ini berguna untuk menyimpan kaera,
obat-obatan, makanan dan benda-benda lain agar tidak basah.
Carabiner : terbuat dari alumunium alloy, berguna untuk
menghubungkan satua alat dengan alat lainnya. Misalnya untuk mengaitkan throw
bag pada D-ring (cincin metal berbentuk D yang menempel pada perahu)
Dayung : berguna dalam manuver, mengatur gerakan perahu.
Biasanya terbuat dari ka, alumunium, fiberglass. Bagian dari dayung terdiri
dari gagang tangkai (T-Grip), tangkal dayung dan bilah (blade)
Helm : penutup kepala berguna untuk melindungi kepala bagian ning,
pelipis, telinga, dan kepala bagian belakang dan benturan. Terbuat dari bahan
yang tidak mudah pecah dan memiliki lubang-lubang kecil di atasnya.
Jaket pelampung : berguna untuk mengapungkan tubuh, melindungi
tubuh dari dingin dan bagian tubuh yang penting.
Peluit : digunakan untuk membantu pemberitahuan kode
bahaya tertentu.
Jenis-jenis Perahu :
Perahu karet
Perahu yang terbentuk dari tabung udara
dan terbuat dari karet berserat. Dlam tabung terdapat sekat-sekat yang
berbentuk ruangan yang terpisah, sehingga jika bocor maka yang lain tidak
terpegaruhdan perahu masih bisa mengambang.
Landing Craft Rubber (LCR)
Perahu berbentuk seperti tapak kudda dan
bagian belakang terdapat kayu.
River Boat
Perahu berbentuk oval khusus untuk
mengarungi arus deras.
Kayak
Perahu dengan bentuk lancip pada bagian
depan dan belakang
Cara masuk ke air :
Slide in entry
Digunakan jika kedalaman sungai atau
perairan tidak diketahui. Cara yang paling aman:
Buat posisi seaman mungkin di tepi air dan
masukkan salah satu kaki
Rasakan pijakan kaki apakah berbahaya atau
tidak
Jatuhkan badan dan tahan berat badan
dengan tangan
Step In
Dapat digunakan jika air jernih, kedalaman
dapat dikeyahui dan tidak ada benda berbahaya di dalam air.
Lihat arah tujuan air
Melangkah dengan hati-hati
Ketika masuk air pastikan lutut menekuk
atau kaki menyentuh bokong
Compact Jump
Digunakan untuk mencapai kedalaman yang
lebih dari 1 meter.
Letakkan kedua tangan menyikap dada
Melangkah pada tepian air dengan satu
kaki, kaki yang lain dan pastikan kedua kaki menyentuh dasar
Tubuh vertikal dan memakai pelindung’
Setelah di dalam air pengereman dapat
dilakukan oleh kaki atau tangan
Staddle Entry
Digunakan jika masuk ke air yang dalam
dari krtinggian yang rendah dan dapat melihat korban. Teknik ini tidak
digunakan pada ketinggian diatas satu meter atau perairan dangkal.
Ambil jarak yang cukup dari tepian
Lakukan loncatan dengan satu kaki lurus
dan kaki lainnya sedikit ditekuk
Tangan lurus ke samping
Pandangan lurus ke depan
Swallow Dive
Digunakan pada yang jernih, keadaan di
bawah air dapat dilihat dan kedalaman diketahui.
Berdiri di tepian lihat ke bawah dan ke
depan untuk menentukan arah lompatan
Tekuk lutut dan gunakan tyangan untuk
membantu meneambah momentum ke depan.
Lakukan lompatan sejauh mungkin ke air
Masuk dengan hamper horizontal dengan
permukaan air
Kaki dan tangan diluruskan
Jaga kepala di antara dua tangan dan mata
melihat ke air
Mulailah berenang dengan menunaikan kepala
ke permukaan
Penyelamatan dengan berenang mendekati
korban :
Kalau sudah dekat dengan korban, usahakan
jangan sampai dipegang oleh korban.
Berhenti beberapa meter dari korban dan
peringatkan dia bahwa anda akan menolongnya.
Kalau korban pingsan, setelah pingsan,
histeris gunakan pendekatan terhadap korban.
Menolong korban yang terjebak di tengah
kepungan air:
Melakukan penyelamatan secara
langsung selama kondisi air dapat dilewati dengan banyak.
PERJALANAN / PENDAKIAN (Mounteneering)
Mendaki gunung adalah suatu olah raga keras, penuh petualangan dan membutuhkan keterampilan, kecerdasan, kekuatan serta daya juang yang tinggi. Bahaya dan tantangan merupakan daya tarik dari kegiatan ini. Pada hakekatnya bahaya dan tantangan tersebut adalah untuk menguji kemampuan diri dan untuk bisa menyatu dengan alam. Keberhasilan suatu pendakian yang sukar, berarti keunggulan terhadap rasa takut dan kemenangan terhadap perjuangan melawan diri sendiri.
Di Indonesia, kegiatan mendaki gunung mulai dikenal sejak tahun 1964 ketika
pendaki Indonesia dan Jepang melakukan suatu ekspedisi gabungan dan berhasil
mencapai puncak Soekarno di pegunungan Jayawijaya, Irian Jaya (sekarang Papua).
Mereka adalah Soedarto dan Soegirin dari Indonesia, serta Fred Atabe dari
Jepang. Pada tahun yang sama, perkumpulan-perkumpulan pendaki gunung mulai
lahir, dimulai dengan berdirinya perhimpunan penempuh rimba dan pendaki gunung
WANADRI di Bandung dan Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Indonesia (Mapala
UI) di Jakarta, diikuti kemudian oleh perkumpulan-perkumpulan lainnya di
berbagai kota di Indonesia.
JENIS PERJALANAN / PENDAKIAN
Mountaineering dalam arti luas adalah suatu perjalanan, mulai dari hill walking
sampai dengan ekspedisi pendakian ke puncak-puncak yang tinggi dan sulit dengan
memakan waktu yang lama, bahkan sampai berbulan-bulan.
Menurut kegiatan dan jenis medan yang dihadapi, mountaineering terbagi menjadi
tiga bagian :
1. Hill Walking / Fell Walking
Perjalanan mendaki bukit-bukit yang relatif landai dan yang tidak atau belum
membutuhkan peralatan-peralatan khusus yang bersifat teknis.
2. Scrambling
Pendakian pada tebing-tebing batu yang tidak begitu terjal atau relatif landai,
kadang-kadang menggunakan tangan untuk keseimbangan. Bagi pemula biasanya
dipasang tali untuk pengaman jalur di lintasan.
3. Climbing
Kegiatan pendakian yang membutuhkan penguasaan teknik khusus. Peralatan teknis
diperlukan sebagai pengaman. Climbing umumnya tidak memakan waktu lebih dari
satu hari.
Bentuk kegiatan climbing ini terbagi
menjadi dua bagian, yaitu :
a. Rock Climbing
Pendakian pada tebing-tebing batu yang membutuhkan teknik pemanjatan dengan
menggunakan peralatan khusus.
b. Snow & Ice climbing
Pendakian pada es dan salju.
4. Mountaineering
Merupakan gabungan dari semua bentuk pendakian di atas. Waktunya bisa
berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan. Disamping harus
menguasai teknik pendakian dan pengetahuan tentang peralatan pendakian, juga
harus menguasai manajemen perjalanan, pengaturan makanan, komunikasi, strategi
pendakian, dll.
KLASIFIKASI PENDAKIAN
Tingkat kesulitan yang dimiliki setiap orang berbeda-beda, tergantung dari
pengembangan teknik-teknik terbaru. Mereka yang sering berlatih akan memiliki
tingkat kesulitan / grade yang lebih baik dibandingkan dengan mereka yang baru
berlatih.
Klasifikasi pendakian berdasarkan tingkat
kesulitan medan yang dihadapi (berdasarkan Sierra Club) :
Kelas 1 : berjalan tegak, tidak diperlukan perlengkapan kaki khusus
(walking).
Kelas 2 : medan agak sulit, sehingga perlengkapan kaki yang memadai dan
penggunaan tangan sebagai pembantu keseimbangan sangat dibutuhkan (scrambling).
Kelas 3 : medan semakin sulit, sehingga dibutuhkan teknik pendakian
tertentu, tetapi tali pengaman belum diperlukan (climbing).
Kelas 4 : kesulitan bertambah, dibutuhkan tali pengaman dan piton untuk
anchor/penambat (exposed climbing).
Kelas 5 : rute yang dilalui sulit, namun peralatan (tali, sling, piton
dll), masih berfungsi sebagai alat pengaman (difficult free climbing).
Kelas 6 : tebing tidak lagi memberikan pegangan, celah rongga atau gaya
geser yang diperlukan untuk memanjat. Pendakian sepenuhnya bergantung pada
peralatan (aid climbing).
SISTEM PENDAKIAN
1. Himalayan System, adalah sistem pendakian yang digunakan untuk perjalanan
pendakian panjang, memakan waktu berminggu-minggu. Sistem ini berkembang pada
pendakian ke puncak-puncak di pegunungan Himalaya. Kerjasama kelompok dalam
sistem ini terbagi dalam beberapa tempat peristirahatan (misalnya : base camp,
flying camp, dll). Walaupun hanya satu anggota tim yang berhasil mencapai
puncak, sedangkan anggota tim lainnya hanya sampai di tengah perjalanan,
pendakian ini bisa dikatakan berhasil.
2. Alpine System, adalah sistem pendakian yang berkembang di pegunungan Alpen.
Tujuannya agar semua pendaki mencapai puncak bersama-sama. Sistem ini lebih
cepat, karena pendaki tidak perlu kembali ke base camp, perjalanan dilakukan
secara bersama-sama dengan cara terus naik dan membuka flying camp sampai ke
puncak.
Teknik Dasar Pemanjatan / Rock Climbing
1. Face Climbing
Yaitu memanjat pada permukaan tebing dimana masih terdapat tonjolan atau rongga
yang memadai sebagai pijakan kaki maupun pegangan tangan. Para pendaki pemula
biasanya mempunytai kecenderungan untuk mempercayakan sebagian berat badannya
pada pegangan tangan, dan
menempatkan badanya rapat ke tebing.
Ini adalah kebiasaan yang
salah. Tangan manusia tidak bias digunakan untuk mempertahankan berat badan
dibandingkan kaki, sehingga beban yang diberikan pada tangan akan cepat
melelahkan untuk mempertahankan keseimbangan badan. Kecenderungan merapatkan
berat badan ke tebing dapat mengakibatkan timbulnya momen gaya pada tumpuan
kaki. Hal ini memberikan peluang untuk tergelincir.Konsentrasi berat di atas
bidang yang sempit (tumpuan kaki) akan memberikan gaya gesekan dan kestabilan
yang lebih baik.
2. Friction / Slab Climbing
Teknik ini semata-mata hanya mengandalkan gaya gesekan sebagai gaya penumpu.
Ini dilakukan pada permukaan tebing yang tidak
terlalu vertical, kekasaran permukaan cukup untuk
menghasilkan gaya gesekan. Gaya gesekan terbesar diperoleh dengan membebani bidang
gesek dengan bidang normal sebesar mungkin. Sol sepatu yang baik dan pembebanan
maksimal diatas kaki akan memberikan gaya gesek yang baik.
3. Fissure Climbing
Teknik ini memanfaatkan celah yang dipergunakan oleh anggota badan yang
seolah-olah berfungsi sebagai pasak. Dengan cara demikian, dan beberapa
pengembangan, dikenal teknik-teknik berikut.
Jamming, teknik
memanjat dengan memanfaatkan celah yang tidak begitu besar. Jari-jari tangan,
kaki, atau tangan dapat dimasukkan/diselipkan pada celah sehingga seolah-olah
menyerupai pasak.
Chimneying, teknik
memanjat celah vertical yang cukup lebar (chomney). Badan masuk diantara celah,
dan punggung di salah satu sisi tebing. Sebelah kaki menempel pada sisi tebing
depan, dan sebelah lagi menempel
ke belakang. Kedua tangan diletakkan menempel pula.
Kedua tangan membantu mendororng keatas bersamaan dengan kedua kaki yang
mendorong dan menahan berat badan.
Bridging, teknik
memanjat pada celah vertical yang cukup besar (gullies). Caranya dengan
menggunakan kedua tangan dan kaki sebagai pegangan pada kedua celah tersebut.
Posisi badan Ekspedisi Gunung Sumbing Mapala Stainu
Puncak gunung adalah tragetan oleh Pencita alam sebagai angota mapala, untuk melakukan ekspedisi sebagai uji mental fisik dll pencita alam sejati, untuk mengenal ala lebih dekat dala ketingian dan suasana alam yang berbeda dengan hari-hariyang di lakukan di bangku kuliah yang hanayamendengar cerita, ilusi, gambaran dan teori.
Sebagi pencita alam akan lebih dekat dengan lingkungan sekitar dan mengenal tradisi-tradisi lingkugan yang tidak ada di sekitar rumah kita dan kapus dimana, kapus ebagi belajar mendapatkan ilmu pengetahuan saja, dengan ikut organisasi sebagaih wadah kegiatan riil yang nyata di lakukan , di aan teori-teori yang di sapaikan seorang dosen pada mahasiswanya. di sisni lah wadah teori-teori yang akan di pratekan lasung bersentuhan dengan masyarakat dari prgunungan pedesaan sapai perkotaan dalm kepedulian lingkungan. yang berbeda dengan kondisi aktifitas belajar sehari-hari di kapus. Mau liat Video nya klik aja ini mapala stainu kebumen berkaryaMapala Stainu Ekspedisi Gua Petruk dan Sekitranya

Bagi Anda yang suka travelling, berpetualang menjelajahi medan yang sulit, mahasiswa pecinta alam, khususnya yang akan menjelajahi gua. Anda saya sarankan untuk berkunjung ke salah satu gua di Kebumen, adalah Gua Petruk. mungkin sebagian besar dari anda belum pernah mendengar gua ini. Gua ini memang tidak setenar gua Jatijajar, karena memang dalam sisi fasilitas, dan aktivitas penunjang pariwisata antara kedua gua ini sangat berbeda.
Disisi lain, gua Petruk ini memiliki keadaan alam yang luar biasa, hasil karya ciptaan Tuhan yang indah, bentuk struktur di dalam gua ini masih alami, bisa dilihat dari aktivitas stalaktit dan stalakmit yang masih aktif mengeluarkan air. Populasi kelelawar juga masih banyak menandakan bahwa gua Petruk ini jarang dikunjungi oleh manusia yang akan berwisata. Wisata alam ini khusus bagi anda para petualang sejati, yang akan menaklukan medan yang cukup sulit untuk mendapat kepuasan pribadi.
Goa kapur bertingkat tiga pada bagian atas ini berupa lorong kering dan dihubungkan oleh lorong dibawahnya yang masih aktif dan terdapat flowstone, memiliki stalagmit dan stalagtit yang indah, di dalam goa terdapat aliran sungan dan beberapa sendang. Terletak di dukuh mondoyono, desa candi renggo, kec. Ayah, berjarak 30 km dar kota gombong atau 7 km sebelah selatan goa jatijajar. Luas areal wisata goa alami ini sekitar 0,51 hektar.
Kondisi jalan menuju lokasi sudah beraspal dan mudah dicapai, kira-kira 25 km dari kota kebumen. Dalam goa ini mempunyai tiga tingkat bentuk stalagtit dan stalagmit yang indah. Air terjun yang indah di dalam goa seperti sabun yang berbusa. Bila masuk ke goa petruk kita akan melalui trap-trap yang cukup indah.
Gua petruk ini sejatinya merupakan bagian karst di kawasan Gombong bagian selatan. Bagian Gombong di Selatan ini merupakan kawasan yang hampir sebagian daeahnya berupa pegunungan dengan kontur yang tidak beraturan.
Bagian dari pegunungan tersebut merupakan kawasan karst yang didalamnya terdiri dari beberapa gua. Gua yang teridentifikasi hanya beberapa saja, namun yang telah dijadikan sebagai obyek wisata adalah Gua Jatijajar dan Gua Petruk. Masih terdapat gua-gua yang lain yang masih belum diketemukan.
Sebelum anda memasuki gua ini, aksesbilitas untuk mengunjungi gua ini sudah cukup terpenuhi, jalan yang sudah beraspal dan berkelok. Untuk mengunjunginya dapat dijangkau oleh kendaraan beroda empat, semisal mobil, truck, dll. untuk mengunjungi gua Petruk ini dikenakan biaya sebesar 3000 rupiah perorangan (pada tahun 2011) memiliki lahan parkir yang cukup luas dan masyarakat selitar yang ramah dan sopan. Ada dari beberapa masyarakat sekitar yang dapat membimbing kita untuk menjelajahi kawasan gua ini. Berikut adalah gambar kegiatan mahasiswa STAINU Kebumen saat kegiatan Mapala.
Siapkah Anda berkunjung ketempat ini??
Agenda Rutin Mapala Stainu Donor Darah
Kegitan ini yang melibatkan Mahasiswa Stainu kebumen, Juga Dosen Stainu Kebumen yang di lakukan oleh Mapalasta Stainu Kebumen Sebagai Agenda Rutin Tahunan, kegitan menumbuhkan gerakan sosial kemanusiaan untuk berbagi sesama. Selengkapnya klik disini

Ekspedisi Gunung Merbabu
Mapala Stainu angkatan muda mengadakan pendakian pertama di Gunung Merbabu yang dilaksanakan pada tanggal 24 Februari 2012 dalam ekspedidi pertama angkatan muda ini kami mengambil banyk pelajaran tentang menejemen perjalanan, kenal medan, pengamatan terhadap tumbuhan dan tanaman yang bisa dimakan serta yang tidak kalah menarik bisa menikmati pemandangan dari puncak Syarif dan klenteng songo.
Penghijauan Lereng Gunung Muria
Kita disana disambut dengan baik, berdiskusi tentang mapala dan kegiatannya di masing-masing kampus. Selanjutnya ada suguhan hiburan pada malam hari untuk menjalin keakraban, paginya kita mengadakan penghijauan di Lereng Gunung Muria sampai matahari memanaskan tubuh kita, setelah acra selesai kita diajak jalan-jalan di Kota Kartini dan ke Pantai Kartini menikmati pemandangan yang menyenangkan hingga tak terasa rasa cape' lelah pun hilang.
Popular Posts
-
INTERNALISASI DAN EKSTERNISASI TERHADAP MAKAM SYEKH ANOM SIDA KARSA DI DESA GROGOL BENINGSARI, PETANAHAN, KEBUMEN Penelitian ini di...
-
Hidup adalah soal keberanian. Keberanian menghadapi tanda tanya tanpa kita bisa mengerti, tanpa kita bisa mengelak. Terimalah dan Hada...
-
Survival berasal dari kata survive yang berarti usaha untuk bertahan hidup. Orang yang melakukan tindakan survival di sebut survivor. ...
-
Mapala Stainu Kebumen- Kegiatan malam hari yang di lakukan oleh mapala adalah pendalam materi dan persiapan esok pagi terkait, keperluan ...
-
MAPALA STAINU Kebumen sebelum menghadiri Maulidiyah IGHOPALA Cilacap mengagendakan survei tempat Diklat didaerah kebumen saja. Dalam su...
-
Bagi Anda yang suka travelling, berpetualang menjelajahi medan yang sulit, mahasiswa pecinta alam, khususnya yang akan menjelajahi gua. ...
-
“Pencinta Alam”, kalimat yang kian menguat dan akhirnya menjadi bagian dari detak kehidupan masyarakat Indonesia. Kalimat yang mudah diinga...
-
Salam Lestari............... !!!! Mapalasta Stainu kebumen akan mengadakan penerimaan anggota baru pendaftaran pada tanggal 12- 20 Novem...
-
Puncak gunung adalah tragetan oleh Pencita alam sebagai angota mapala, untuk melakukan ekspedisi sebagai uji mental fisik dll pencita ...
-
Mapala Stainu Kebumen_ sedang menentukan medan dengan mengunakan kompas sebagai pembuka jalur Hutan Gunung Sari, Desa Gunung Sari Kebum...



k















